PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN MENULIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
DI KELAS V SDN SUKAWARGI 03
A. Latar Belakang
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer dan digunakan oleh masyarakat sebagai sarana untuk mengidentifikasi diri dan bekerjasama. Berbahasa berarti komunikasi antara manusia satu dengan manusia yang lain (Kridalaksana, 2001: 21). Dalam kegiatan berbahasa seseorang dituntut untuk menguasai aspek keterampilan berbahasa yang terdiri dari membaca (reading skills), mendengarkan atau menyimak (listening skills), menulis (writing skills) dan berbicara (speaking skills). Keempat keterampilan tersebut dapat dibagi menjadi dua keterampilan dasar yaitu komprehensi atau bersifat reseptif (membaca dan mendengarkan) dan ekspresi (menulis dan berbicara). Oleh sebab itu, berbicara dan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling produktif dan membutuhkan banyak latihan dan pemahaman di dalam melakukan kegiatan tersebut (Tarigan, 1985: 2).
Dalam dunia pendidikan pengajaran bahasa Inggris banyak mengalami permasalahan. Hal ini disebabkan adanya kekurangan siswa dalam mempergunakan bahasa secara baik dan benar. Pada umumnya ketidakmampuan siswa dalam mempergunakan bahasa Inggris ini tampak pada pemakaian kalimat dalam penulisan ejaan.
Pada pembelajaran bahasa Inggris di SDN Sukawargi 03 masih banyak kelamahan salah satunya adalah keterampilan berbicara dan menulis siswa. dalam hal ini disebabkan oleh berbagai faktor dan salah satunya adalah lemahnya pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, peneliti berfikir perlu untuk mencari solusi dengan menggunakan salah satu metode pembelajaran yang bisa menumbuhkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan yaitu metode bermain peran (Role Playing). Metode bermain peran adalah salah satu proses belajar mengajar yang tergolong dalam metode simulasi. Menurut Dawson (1962) yang dikutip oleh Moedjiono & Dimyati (1992:80) mengemukakan bahwa simulasi merupakan suatu istilah umum berhubungan dengan menyusun dan mengoperasikan suatu model yang mereplikasi proses-proses perilaku. Sedangkan menurut Ali (1996:83) mengemukakan bahwa metode simulasi adalah suatu cara pengajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Metode pengajaran simulasi terbagi menjadi 3 kelompok seperti yang dikemukakan oleh Ali (1996:83) berikut ini ; (1) Sosiodrama : semacam drama sosial berguna untuk menanamkan kemampuan menganalisa situasi sosial tertentu, (2) Psikodrama : hampir mirip dengan sosiodrama . Perbedaan terletak pada penekannya. Sosia drama menekankan kepada permasalahan sosial, sedangkan psikodrama menekankan pada pengaruh psikologisnya dan (3) Role-Playing : role playing atau bermain peran bertujuan menggambarkan suatu peristiwa masa lampau.
Berangkat dari latar belakang di atas, maka peneliti terdorong untuk meneliti tentang “ Penerapan Metode Bermain Peran (Role Playing) dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Menulis Siswa pada Pembelajaran Bahasa Inggris di Kelas V SDN Sukawargi 03”
B. Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah :
1. Bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa melalui metode bermain peran pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V SDN Sukawargi 03 ?
2. Bagaimana efektivitas penerapan metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V SDN Sukawargi 03 ?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan diatas, maka penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan Cara meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa melalui metode bermain peran pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V SDN Sukawargi 03
2. Mendeskripsikan Keefektipan metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V SDN Sukawargi 03.